Latest Post
Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts
4:49 PM
Biologi merupakan ilmu yang mempelajari seluruh aspek kehidupan. Dalam kehidupan sehari-hari biologi mengampil peran yang sangat penting. Untuk itulah kita mempelajari biologi khususnya tentang Sel. Ini dikarenakan sel merupakan dasar dari sebuah kehidupan. Sel-sel tersebut membentuk kesatuan untuk membetuk kehidupan. Kita bias lihat bahwa alam semesta ini begitu luas. Namun apabila kita selidiki lebih dalam lagi ternyata terdapat kehidupan yang lebih kecil dan lebih sederhana dari yang kita bayangkan.dari masa kemasa dilakukan penelitian dan penemuan tentang sel. Dimulai dari penemuan Robert Hook dengan sel gabusnya pada tahun 1665 sampai sekarang pun masih dilakukan penelitian bahkan sudah mencapai tahap materi genetic.
Sel memiliki ukuran yang sangat kecil dan tak kasat mata. Ada yang hanya 1-10 mikron, ada yang mencapai 30-40 mikron, bahkan ada yang beberapa sentimeter. Didalam ukuran yang sangat kecil bentuk yang bermacam-macam tersebut, sel memiliki bagian-bagian sel yang memiliki fungsi masing-masing. Antar bagian sel itu melakukan interaksi dan salingt ketergantungan. Oleh karena itu sel dipandang sebagai dasar kehidupan makhluk hidup.
Dalam pembagiannya sel terdiri dari Eukariot(eu=sejati, karyon=inti) yang memiliki membrane inti dan Prokariot(pro=sebelum, karyon=inti) yang tidak memiliki membrane inti dan pada umumnya makhluk hidup uniseluler.
A. Rumusan Masalah
Dari latar belekang tersebut, dapat disusun pertanyaan yang akan menjadi focus pembahasan dalam makalah ini, yaitu bagaimana penjelasan tentang kehidupan sel dan perkembangannya ?
B. Pengertian Sel
Sel berasal dari kata ‘cella’ yang berarti ruangan berukuran kecil maka sel merupakan unit (kesatuan, zahrah) terkecil dari makhluk hidup, yang dapat melaksanakan kehidupan. Sel merupakan unit organisasiterkecil yang menjadi dasar kehidupan. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Makhluk hidup (organisme) tersusun dari satu sel tunggal (uniselular), misalnya bakteri, Archaea, serta sejumlah fungidan protozoa) atau dari banyak sel (multiselular). Pada organisme multiselular terjadi pembagian tugas terhadap sel-sel penyusunnya, yang menjadi dasar bagi hirarki hidup. Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua organisme, namun jalur evolusiyang ditempuh oleh masing-masing golongan besar organisme (Regnum) juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri. Sel-sel prokariotaberadaptasi dengan kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariotaberadaptasi untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi. Ada empat teori tentang sel, yaitu:
1. unit struktural terkecil makhluk hidup (Schleiden & T. Schwann)
2. unit fungsional terkecil makhluk hidup (Max Schultze)
3. unit pertumbuhan terkecil makhluk hidup (Rudolf Virchow)
4. unit hereditas terkecil makhluk hidup (Penemuan akhir abad XIX)
C. Sel Prokariot dan Sel Eukariot
Sel prokariotik mempunyai membran plasma, sitoplasma yang mengandung ribosom, mesosom, kromator (pigmen) dan materi inti (DNA dan RNA). Sel prokariotik tidak mempunyai membran inti dan sistem endomembran seperti retikulum endoplasma dan kompleks golgi. Selain itu tidak memiliki mitokondria dan kloroplas. Yang termasuk sel prokariotik adalah bakteri dan alga biru. Berikut bagian struktur sel bakteri Escherichia coli:
1. Pilus
2. Ribosom
3. Kapsul
4. Dinding Sel
5. Membrane Plasma
6. DNA
7. Mesosom
8. Flagela
Berikut gambaran struktur sel prokariot. Sel Eukariotik memiliki membran nukleus dan sistem endomembran. Berikut struktur sel eukariotik:
1. Membran Plasma Tersusun atas lemak (lipid) dan protein (lipoprotein).Fungsi: melindungi sel, mengatur keluar masuknya zat dan sebagai penerima rangsang dari luar sel.
2. SitoplasmaTersusun atas cairan(sitosol) dan padatan(organela-organela). Fungsi: tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel.
3. Nukleus Merupakan organel terbesar, berbentuk bulat, membran rangkap. Di dalam nukleus terdapat nukleoplasma, yang terdiri atas benang ‘kromatin’ yang tersusun atas DNA, RNA dan protein. Selain itu terkadang terbentuk nucleolus.Fungsi: pengendali seluruh aktivitas sel, pengatur pembelahan sel dan pembawa informasi genetik.
4. Sentriol Hanya dimiliki sel hewan.Fungsi:menarik kromosom menuju ke kutub.
5. Retikulum Endoplasma (RE) Berbentuk benang-benang jala meliputi:RE kasar: terdapat ribosom, berfungsi untuk transpor dan sintesis protein.RE halus: tidak terdapat ribosom, berfungsi untuk transpor dan sintesis lemak dan steroid.
6. Ribosom Tersusun dari protein dan RNA, berbentuk bulat dan tidak bermembran.Fungsi: tempat berlangsungnya sintesis protein.
7. Kompleks Golgi Terdiri atas membran berbentuk kantong pipih. Pada sel tumbuhan, kompleks golgi disebut diktiosom.Fungsi: sekresi polisakarida, protein & lendir (musin).
8. Lisosom Merupakan membran berbentuk kantong kecil berisi enzim hidrolitik yang berfungsi dalam pencernaan intrasel. Fungsi lain:-mencerna materi yang diambil secara endositosis.-menghancurkan organela sel lain yang sudah tidak berfungsi (autofage).-menghancurkan selnya sendiri(autolisis).
9. Mitokondria Memiliki membran rangkap (luar & dlm). Membran dalam berlekuk-lekuk membentuk krista.
10. Mikrotubulus Tersusun atas protein tubulin Fungsi: punyusun spindel, sentriol, silia dan flagela.
11. Mikrofilamen Tersusun atas protein aktin. Fungsi: dalam gerakan sel, sitoplasma, kontraksi otot dan pembelahan sel.
12. Dinding Sel Tersusun atas protein selulose, hemiselulose, pektin dan lignin. Fungsi: memberi bentuk sel, melindungi bagian sebelah dalam, dan mengatur transportasi zat.
13. Badan mikro Terdiri:-Peroksisom:mengandung enzim katalase.-Glioksisom: mengandung enzim katalase dan oksidase
14. Plastida
15. Organela yang mengandung pigmen, meliputi:- Kloroplas: plastida yang mengandung pigmen klorofil/hijau.- Kromoplas: plastida yang mengandung pigmen merah, jingga, kuning.- Leukoplas: plastida yang tidak mengandung pigmen.
16. VakuolaVakuola sel tumbuhan bersifat menetap.Fungsi: tempat menyimpan cadangan mkanan, pigmen, minyak atsiri dan sisa metabolisme.
D. Perbedaan Sel Hewan dengan Sel Tumbuhan
1. Sel Hewan
· tidak memiliki dinding sel
· memiliki plastida
· memiliki lisosom
· memiliki sentrosom
· timbunan zat berupa lemak dan glikogen
· bentuk tidak tetap
· pada hewan tertentu memiliki vakuola, ukuran kecil, sedikit
2. Sel Tumbuhan
· memiliki dinding sel dan membran sel
· umumnya memiliki plastida
· tidak memiliki lisosom
· tidak memiliki sentrosom
· timbunan zat berupa pati
· bentuk tetap
· memiliki vakuola ukuran besar, banyak
E. Reproduksi Sel
Sel-sel tersebut juga memiliki kemampuan yang berbeda – beda dalam melakukan pembelahannya, ada sel – sel yang mampu melakukan pembelahan secara cepat, ada yang lambat dan ada juga yang tidak mengalami pembelahan sama sekalisetelah melewati masa pertumbuhan tertentu, misalnya sel – sel germinatikum kulit mampu melakukan pembelahan yang sangat cepat untuk menggantikan sel – sel kulit yang rusak atau mati. Akan tetapi sel-sel yang ada pada organ hati melakukan pembelahan dalam waktu tahunan, atau sel-sel saraf pada jaringan saraf yang sama sekali tidak tidak mampu melakukan pembelahan setelah usia tertentu. Sementara itu beberapa jenis bakteri mampu melakukan pembelahan hanya dalam hitungan jam, sehingga haya dalam waktu beberapa jam saja dapat dihasilkan ribuan, bahkan jutaan sel bakteri. Sama dnegan bakteri, protozoa bersel tunggal mampu melakukan pembelahan hanya dalam waktu singkat, misalkan amoeba, paramecium, didinium, dan euglena.
1. Amitosis. Pembelahan Amitosis merupakan pembelahan sel secara langsung, tanpa fase-fase dan pembentukan kromosom. Ini dilakukan oleh makhluk hidup sel satu (Protozoa, Bakteri, Alga biru) untuk tujuan reproduksi.
2. Mitosis. Pembelahan mitosis menghasilkan sel anakan yang jumlah kromosomnya sama dengan jumlah kromosom sel induknya, pembelahan mitosis terjadi pada sel somatic (sel penyusun tubuh). Pembelahan mitosis dibedakan atas dua fase, yaitu kariokinesis dan sitokinesis, kariokinesis adalah proses pembagian materi inti yang terdiri dari beberapa fase, yaitu Profase, Metafase, dan Telofase. Sedangkan sitokinesis adalah proses pembagian sitoplasma kepada dua sel anak hasil pembelahan.Kariokinesis selama mitosis menunjukkan cirri yang berbeda – beda pada tiap fasenya. Beberapa aspek yang dapat dipelajari selama proses pembagian materi inti berlangsung adalah berubah – ubah pada struktur kromosom,membran inti, mikro tubulus dan sentriol. Cirri dari tiap fase pada kariokinesis adalah.
· Profase : 1. Benang – benang kromatin berubah menjadi kromosom. Kemudian setiap kromosom membelah menjadi kromatid dengan satu sentromer.2. Dinding inti (nucleus) dan anak inti (nucleolus) menghilang.3. Pasangan sentriol yang terdapat dalam sentrosom berpisah dan bergerak menuju kutub yang berlawanan.4. Serat – serat gelendong atau benang – benang spindle terbentuk diantara kedua kutub pembelahan.
· Metafase. Setiap kromosom yang terdiri dari sepasang kromatida menuju ketengah sel dan berkumpul pada bidang pembelahan (bidang ekuator), dan menggantung pada serat gelendong melalui sentromer atau kinetokor.
· Anaphase. Sentromer dari setiap kromosom membelah menjadi dua dengan masing – masing satu kromatida. Kemudian setiap kromatida berpisah dengan pasangannya dan menuju kekutub yang berlawanan. Pada akhir nanfase, semua kroatida sampai pada kutub masing – masing.
· Telofase. Pada telofase terjadi peristiwa berikut:Kromatida yang berada jpada kutub berubah menjasadi benang – benangkromatin kembali.Terbentuk kembali dinding inti dan nucleolus membentuk dua inti baru. Serat – serat gelendong menghilang.
· Terjadi pembelahan sitoplasma (sitokenesis) menjadi dua bagian, dan terbentuk membrane sel pemisah ditengah bidang pembelahan. Akhirnya , terbentuk dua sel anak yang mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan kromosom induk.Hasil mitosis:1. Satu Sel induk yang diploid (2n) menjadi 2 sel anakan yang masing – masing diploid.2. Jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom sel induknya.Selama sitokinesis berlangsung, sitoplasma sel hewan dibagi menjadi dua melalui terbentuknya cincin kontraktil yang terbentuk oleh aktin dan miosin pada bagian tengah sel. Cincin kontraktil ini menyebabkan terbentuknya alur pembelahan yang akhirnya akan menghasilkan dua sel anak. Masing – masing sel anak yang terbentuk ini mengandung inti sel, beserta organel – organel selnya. Pada tumbuhan, sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah ditengah – tengah sel. Tahap sitokinesis ini biasanya dimasukkan dalam tahap telofase.
3. Meiosis
Pembelahan Meiosis disebut juga pembelahan reduksi, karena terjadinya pengurangan jumlah kromosom dalam prosesnya dari 2n menjadi n. Menghasilkan sel anakan dengan jumlah kromosom separuh dari jumlah kromosom sel induknya. Contoh, sel induk gamet jantan (spermatogonium) merupakan sel yang diploid (2n) setelah membelah, sel anak yang terbentuk (spermatozoa) merupakan sel yang haploid (n). Dalam pembelahan Meiosis terjadi dua kali pembelahan sel secara berturut –turut, tanpa diselingi adanya interfase, yaitu tahap meiosis 1 dan meiosis 2 dengan hasil akhir 4 sel anak dengan jumlah kromosom haploid (n).
Meiosis I
· Profase I
ü Leptoten. Kromatin menebal membentuk kromosom.
ü Zygoten. Kromosom yang homolog mulai berpasangan, kedua sentriol bergerak menuju ke kutub yang berlawanan.
ü Pakiten. Tiap kromosom menebal dan mengganda menjadi dua kromatida dengan satu sentromer.
ü Diploten
ü Kromatida membesar dan memendek, bergandengan yang homolog dan menjadi rapat.
ü Diakenesis. Ditandai dengan adanya pindah silang (crossing over) dari bagian kromosom yang telah mengalami duplikasi. Hal ini hanya terjadi pada meiosis saja,, yang dapat mengakibatkan terjadinya rekombinasi gen. nucleolus dan dinding inti menghilang. Sentriol berpisah menuju kutub yang berawanan, terbentuk serat gelendong diantara dua kutub.
· Metafase 1. Pada tahap ini, tetrad menempatkan dirinya pada bidang ekuator. Membrane inti sudah tidak tampak lagi dan sentromer terikat oleh spindel pembelahan.
· Anafase I. Pada tahap ini, spindel pembelahan memendek dan menarik belahan tetrad (diad) ke kutub sel berlawanan sehingga kromosom homolog dipisahkan. Kromosom hasil crossing over yang bergerak ke kutub sel membawa materi genetic yang berbeda.
· Telofase I. Pada tahap ini, membrane sel membentuk sekat sehingga terbentuk dua sel anak yang bersifat haploid, tetapi setiap kromosom masih mengandung dua kromatid (siser cromatid) yang terhubung melalui sentromer.
4. Meiosis II
· Profase II
ü Benang – benang kromatin berubah kembali menjadi kromosom.
ü Kromosom yang terdiri dari 2 kromatida tidak mengalami duplikasi lagi.
ü Nucleolus dan dinding inti menghilang.
ü Sentriol berpisah menuju kutub yang berlawanan.
ü Serat – serat gelendong terbentuk diantara 2 kutub pembelahan.
· Metafase II. Kromosom kebidang ekuator menggantung pada serat gelendong melalui sentromernya.
· Anafase II. Kromatida berpisah dari homolognya, dan bergerak menuju ke kutub yang berlawanan.
· Telofase II
ü Kromosom berubah menjadi benang – benang kromatin kembali.
ü Nucleolus dan dinding inti terbentuk kembali.
ü Serat – serat gelendong menghilang dan terbentuk sentrosom kembali.
Hasil meiosis :
1. Satu sel induk yang diploid (2n) menjadi 4 sel anakan yang masing – masing haploid (n)
2. Jumlah kromosom sel anak setengah dari jumlah kromosom sel induknya.
3. Pembelahan meiosis hanya terjadi pada sel – sel generative atau sel – sel gamet seperti sperma dan ovum (sel telur).
F. Penutup
Dari uraian makalah ini, diperoleh kesimpulan bahwasel merupakan unit kehidupan dari sebuah makhluk hidup. Setiap sel melakukan aktivitasnya masing-masing layaknya indivudu. Didalam sel terdapat bagian-bagian yang terdiri dari bagian hidup mati seperti dinding sel dan vakuola dan bagian yang hidup seperti, plasma sel, dan organel-organel sel. Bagian-bagian tersebut bekerja sama dalam melakukan kegiatannya. Namun, tidak semua memiliki bgian tersebut. Pada sebagian sel prokariot hanya memiliki beberapa bagian saja.
Tak lepas dari itu, sel melakukan reproduksi layaknya makhluk hidup. Baik secara Amitosis, Mitosis, Meiosis. Banyak sekali kegunaan reproduksi ini seperti, pada sel meristem stumbuhan berfungsi untuk pertumbuhan. Sedangkan pada sel epitel manusia untuk menggantikan sel-sel yang rusak atau sudah tua dan lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Syamsuri, Istamar.2008.Biologi SMA 2B. Jakarta: Erlangga
Campbell, Neil A. Reece, Jane B. and Mitchell, Lawrence G. 2002. Biologi jilid 1. Jakarta: Erlangga
Foster, Bob .2008. Koding IPA. Bandung : Ganesha Operation
Kehidupan Sel dan Perkembangannya
Written By Unknown on February 18, 2013 | 4:49 PM
![]() |
Sel memiliki ukuran yang sangat kecil dan tak kasat mata. Ada yang hanya 1-10 mikron, ada yang mencapai 30-40 mikron, bahkan ada yang beberapa sentimeter. Didalam ukuran yang sangat kecil bentuk yang bermacam-macam tersebut, sel memiliki bagian-bagian sel yang memiliki fungsi masing-masing. Antar bagian sel itu melakukan interaksi dan salingt ketergantungan. Oleh karena itu sel dipandang sebagai dasar kehidupan makhluk hidup.
Dalam pembagiannya sel terdiri dari Eukariot(eu=sejati, karyon=inti) yang memiliki membrane inti dan Prokariot(pro=sebelum, karyon=inti) yang tidak memiliki membrane inti dan pada umumnya makhluk hidup uniseluler.
A. Rumusan Masalah
Dari latar belekang tersebut, dapat disusun pertanyaan yang akan menjadi focus pembahasan dalam makalah ini, yaitu bagaimana penjelasan tentang kehidupan sel dan perkembangannya ?
B. Pengertian Sel
Sel berasal dari kata ‘cella’ yang berarti ruangan berukuran kecil maka sel merupakan unit (kesatuan, zahrah) terkecil dari makhluk hidup, yang dapat melaksanakan kehidupan. Sel merupakan unit organisasiterkecil yang menjadi dasar kehidupan. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Makhluk hidup (organisme) tersusun dari satu sel tunggal (uniselular), misalnya bakteri, Archaea, serta sejumlah fungidan protozoa) atau dari banyak sel (multiselular). Pada organisme multiselular terjadi pembagian tugas terhadap sel-sel penyusunnya, yang menjadi dasar bagi hirarki hidup. Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua organisme, namun jalur evolusiyang ditempuh oleh masing-masing golongan besar organisme (Regnum) juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri. Sel-sel prokariotaberadaptasi dengan kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariotaberadaptasi untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi. Ada empat teori tentang sel, yaitu:
1. unit struktural terkecil makhluk hidup (Schleiden & T. Schwann)
2. unit fungsional terkecil makhluk hidup (Max Schultze)
3. unit pertumbuhan terkecil makhluk hidup (Rudolf Virchow)
4. unit hereditas terkecil makhluk hidup (Penemuan akhir abad XIX)
C. Sel Prokariot dan Sel Eukariot
Sel prokariotik mempunyai membran plasma, sitoplasma yang mengandung ribosom, mesosom, kromator (pigmen) dan materi inti (DNA dan RNA). Sel prokariotik tidak mempunyai membran inti dan sistem endomembran seperti retikulum endoplasma dan kompleks golgi. Selain itu tidak memiliki mitokondria dan kloroplas. Yang termasuk sel prokariotik adalah bakteri dan alga biru. Berikut bagian struktur sel bakteri Escherichia coli:
1. Pilus
2. Ribosom
3. Kapsul
4. Dinding Sel
5. Membrane Plasma
6. DNA
7. Mesosom
8. Flagela
Berikut gambaran struktur sel prokariot. Sel Eukariotik memiliki membran nukleus dan sistem endomembran. Berikut struktur sel eukariotik:
1. Membran Plasma Tersusun atas lemak (lipid) dan protein (lipoprotein).Fungsi: melindungi sel, mengatur keluar masuknya zat dan sebagai penerima rangsang dari luar sel.
2. SitoplasmaTersusun atas cairan(sitosol) dan padatan(organela-organela). Fungsi: tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel.
3. Nukleus Merupakan organel terbesar, berbentuk bulat, membran rangkap. Di dalam nukleus terdapat nukleoplasma, yang terdiri atas benang ‘kromatin’ yang tersusun atas DNA, RNA dan protein. Selain itu terkadang terbentuk nucleolus.Fungsi: pengendali seluruh aktivitas sel, pengatur pembelahan sel dan pembawa informasi genetik.
4. Sentriol Hanya dimiliki sel hewan.Fungsi:menarik kromosom menuju ke kutub.
5. Retikulum Endoplasma (RE) Berbentuk benang-benang jala meliputi:RE kasar: terdapat ribosom, berfungsi untuk transpor dan sintesis protein.RE halus: tidak terdapat ribosom, berfungsi untuk transpor dan sintesis lemak dan steroid.
6. Ribosom Tersusun dari protein dan RNA, berbentuk bulat dan tidak bermembran.Fungsi: tempat berlangsungnya sintesis protein.
7. Kompleks Golgi Terdiri atas membran berbentuk kantong pipih. Pada sel tumbuhan, kompleks golgi disebut diktiosom.Fungsi: sekresi polisakarida, protein & lendir (musin).
8. Lisosom Merupakan membran berbentuk kantong kecil berisi enzim hidrolitik yang berfungsi dalam pencernaan intrasel. Fungsi lain:-mencerna materi yang diambil secara endositosis.-menghancurkan organela sel lain yang sudah tidak berfungsi (autofage).-menghancurkan selnya sendiri(autolisis).
9. Mitokondria Memiliki membran rangkap (luar & dlm). Membran dalam berlekuk-lekuk membentuk krista.
10. Mikrotubulus Tersusun atas protein tubulin Fungsi: punyusun spindel, sentriol, silia dan flagela.
11. Mikrofilamen Tersusun atas protein aktin. Fungsi: dalam gerakan sel, sitoplasma, kontraksi otot dan pembelahan sel.
12. Dinding Sel Tersusun atas protein selulose, hemiselulose, pektin dan lignin. Fungsi: memberi bentuk sel, melindungi bagian sebelah dalam, dan mengatur transportasi zat.
13. Badan mikro Terdiri:-Peroksisom:mengandung enzim katalase.-Glioksisom: mengandung enzim katalase dan oksidase
14. Plastida
15. Organela yang mengandung pigmen, meliputi:- Kloroplas: plastida yang mengandung pigmen klorofil/hijau.- Kromoplas: plastida yang mengandung pigmen merah, jingga, kuning.- Leukoplas: plastida yang tidak mengandung pigmen.
16. VakuolaVakuola sel tumbuhan bersifat menetap.Fungsi: tempat menyimpan cadangan mkanan, pigmen, minyak atsiri dan sisa metabolisme.
D. Perbedaan Sel Hewan dengan Sel Tumbuhan
1. Sel Hewan
· tidak memiliki dinding sel
· memiliki plastida
· memiliki lisosom
· memiliki sentrosom
· timbunan zat berupa lemak dan glikogen
· bentuk tidak tetap
· pada hewan tertentu memiliki vakuola, ukuran kecil, sedikit
2. Sel Tumbuhan
· memiliki dinding sel dan membran sel
· umumnya memiliki plastida
· tidak memiliki lisosom
· tidak memiliki sentrosom
· timbunan zat berupa pati
· bentuk tetap
· memiliki vakuola ukuran besar, banyak
E. Reproduksi Sel
Sel-sel tersebut juga memiliki kemampuan yang berbeda – beda dalam melakukan pembelahannya, ada sel – sel yang mampu melakukan pembelahan secara cepat, ada yang lambat dan ada juga yang tidak mengalami pembelahan sama sekalisetelah melewati masa pertumbuhan tertentu, misalnya sel – sel germinatikum kulit mampu melakukan pembelahan yang sangat cepat untuk menggantikan sel – sel kulit yang rusak atau mati. Akan tetapi sel-sel yang ada pada organ hati melakukan pembelahan dalam waktu tahunan, atau sel-sel saraf pada jaringan saraf yang sama sekali tidak tidak mampu melakukan pembelahan setelah usia tertentu. Sementara itu beberapa jenis bakteri mampu melakukan pembelahan hanya dalam hitungan jam, sehingga haya dalam waktu beberapa jam saja dapat dihasilkan ribuan, bahkan jutaan sel bakteri. Sama dnegan bakteri, protozoa bersel tunggal mampu melakukan pembelahan hanya dalam waktu singkat, misalkan amoeba, paramecium, didinium, dan euglena.
1. Amitosis. Pembelahan Amitosis merupakan pembelahan sel secara langsung, tanpa fase-fase dan pembentukan kromosom. Ini dilakukan oleh makhluk hidup sel satu (Protozoa, Bakteri, Alga biru) untuk tujuan reproduksi.
2. Mitosis. Pembelahan mitosis menghasilkan sel anakan yang jumlah kromosomnya sama dengan jumlah kromosom sel induknya, pembelahan mitosis terjadi pada sel somatic (sel penyusun tubuh). Pembelahan mitosis dibedakan atas dua fase, yaitu kariokinesis dan sitokinesis, kariokinesis adalah proses pembagian materi inti yang terdiri dari beberapa fase, yaitu Profase, Metafase, dan Telofase. Sedangkan sitokinesis adalah proses pembagian sitoplasma kepada dua sel anak hasil pembelahan.Kariokinesis selama mitosis menunjukkan cirri yang berbeda – beda pada tiap fasenya. Beberapa aspek yang dapat dipelajari selama proses pembagian materi inti berlangsung adalah berubah – ubah pada struktur kromosom,membran inti, mikro tubulus dan sentriol. Cirri dari tiap fase pada kariokinesis adalah.
· Profase : 1. Benang – benang kromatin berubah menjadi kromosom. Kemudian setiap kromosom membelah menjadi kromatid dengan satu sentromer.2. Dinding inti (nucleus) dan anak inti (nucleolus) menghilang.3. Pasangan sentriol yang terdapat dalam sentrosom berpisah dan bergerak menuju kutub yang berlawanan.4. Serat – serat gelendong atau benang – benang spindle terbentuk diantara kedua kutub pembelahan.
· Metafase. Setiap kromosom yang terdiri dari sepasang kromatida menuju ketengah sel dan berkumpul pada bidang pembelahan (bidang ekuator), dan menggantung pada serat gelendong melalui sentromer atau kinetokor.
· Anaphase. Sentromer dari setiap kromosom membelah menjadi dua dengan masing – masing satu kromatida. Kemudian setiap kromatida berpisah dengan pasangannya dan menuju kekutub yang berlawanan. Pada akhir nanfase, semua kroatida sampai pada kutub masing – masing.
· Telofase. Pada telofase terjadi peristiwa berikut:Kromatida yang berada jpada kutub berubah menjasadi benang – benangkromatin kembali.Terbentuk kembali dinding inti dan nucleolus membentuk dua inti baru. Serat – serat gelendong menghilang.
· Terjadi pembelahan sitoplasma (sitokenesis) menjadi dua bagian, dan terbentuk membrane sel pemisah ditengah bidang pembelahan. Akhirnya , terbentuk dua sel anak yang mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan kromosom induk.Hasil mitosis:1. Satu Sel induk yang diploid (2n) menjadi 2 sel anakan yang masing – masing diploid.2. Jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom sel induknya.Selama sitokinesis berlangsung, sitoplasma sel hewan dibagi menjadi dua melalui terbentuknya cincin kontraktil yang terbentuk oleh aktin dan miosin pada bagian tengah sel. Cincin kontraktil ini menyebabkan terbentuknya alur pembelahan yang akhirnya akan menghasilkan dua sel anak. Masing – masing sel anak yang terbentuk ini mengandung inti sel, beserta organel – organel selnya. Pada tumbuhan, sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah ditengah – tengah sel. Tahap sitokinesis ini biasanya dimasukkan dalam tahap telofase.
3. Meiosis
Pembelahan Meiosis disebut juga pembelahan reduksi, karena terjadinya pengurangan jumlah kromosom dalam prosesnya dari 2n menjadi n. Menghasilkan sel anakan dengan jumlah kromosom separuh dari jumlah kromosom sel induknya. Contoh, sel induk gamet jantan (spermatogonium) merupakan sel yang diploid (2n) setelah membelah, sel anak yang terbentuk (spermatozoa) merupakan sel yang haploid (n). Dalam pembelahan Meiosis terjadi dua kali pembelahan sel secara berturut –turut, tanpa diselingi adanya interfase, yaitu tahap meiosis 1 dan meiosis 2 dengan hasil akhir 4 sel anak dengan jumlah kromosom haploid (n).
Meiosis I
· Profase I
ü Leptoten. Kromatin menebal membentuk kromosom.
ü Zygoten. Kromosom yang homolog mulai berpasangan, kedua sentriol bergerak menuju ke kutub yang berlawanan.
ü Pakiten. Tiap kromosom menebal dan mengganda menjadi dua kromatida dengan satu sentromer.
ü Diploten
ü Kromatida membesar dan memendek, bergandengan yang homolog dan menjadi rapat.
ü Diakenesis. Ditandai dengan adanya pindah silang (crossing over) dari bagian kromosom yang telah mengalami duplikasi. Hal ini hanya terjadi pada meiosis saja,, yang dapat mengakibatkan terjadinya rekombinasi gen. nucleolus dan dinding inti menghilang. Sentriol berpisah menuju kutub yang berawanan, terbentuk serat gelendong diantara dua kutub.
· Metafase 1. Pada tahap ini, tetrad menempatkan dirinya pada bidang ekuator. Membrane inti sudah tidak tampak lagi dan sentromer terikat oleh spindel pembelahan.
· Anafase I. Pada tahap ini, spindel pembelahan memendek dan menarik belahan tetrad (diad) ke kutub sel berlawanan sehingga kromosom homolog dipisahkan. Kromosom hasil crossing over yang bergerak ke kutub sel membawa materi genetic yang berbeda.
· Telofase I. Pada tahap ini, membrane sel membentuk sekat sehingga terbentuk dua sel anak yang bersifat haploid, tetapi setiap kromosom masih mengandung dua kromatid (siser cromatid) yang terhubung melalui sentromer.
4. Meiosis II
· Profase II
ü Benang – benang kromatin berubah kembali menjadi kromosom.
ü Kromosom yang terdiri dari 2 kromatida tidak mengalami duplikasi lagi.
ü Nucleolus dan dinding inti menghilang.
ü Sentriol berpisah menuju kutub yang berlawanan.
ü Serat – serat gelendong terbentuk diantara 2 kutub pembelahan.
· Metafase II. Kromosom kebidang ekuator menggantung pada serat gelendong melalui sentromernya.
· Anafase II. Kromatida berpisah dari homolognya, dan bergerak menuju ke kutub yang berlawanan.
· Telofase II
ü Kromosom berubah menjadi benang – benang kromatin kembali.
ü Nucleolus dan dinding inti terbentuk kembali.
ü Serat – serat gelendong menghilang dan terbentuk sentrosom kembali.
Hasil meiosis :
1. Satu sel induk yang diploid (2n) menjadi 4 sel anakan yang masing – masing haploid (n)
2. Jumlah kromosom sel anak setengah dari jumlah kromosom sel induknya.
3. Pembelahan meiosis hanya terjadi pada sel – sel generative atau sel – sel gamet seperti sperma dan ovum (sel telur).
F. Penutup
Dari uraian makalah ini, diperoleh kesimpulan bahwasel merupakan unit kehidupan dari sebuah makhluk hidup. Setiap sel melakukan aktivitasnya masing-masing layaknya indivudu. Didalam sel terdapat bagian-bagian yang terdiri dari bagian hidup mati seperti dinding sel dan vakuola dan bagian yang hidup seperti, plasma sel, dan organel-organel sel. Bagian-bagian tersebut bekerja sama dalam melakukan kegiatannya. Namun, tidak semua memiliki bgian tersebut. Pada sebagian sel prokariot hanya memiliki beberapa bagian saja.
Tak lepas dari itu, sel melakukan reproduksi layaknya makhluk hidup. Baik secara Amitosis, Mitosis, Meiosis. Banyak sekali kegunaan reproduksi ini seperti, pada sel meristem stumbuhan berfungsi untuk pertumbuhan. Sedangkan pada sel epitel manusia untuk menggantikan sel-sel yang rusak atau sudah tua dan lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Syamsuri, Istamar.2008.Biologi SMA 2B. Jakarta: Erlangga
Campbell, Neil A. Reece, Jane B. and Mitchell, Lawrence G. 2002. Biologi jilid 1. Jakarta: Erlangga
Foster, Bob .2008. Koding IPA. Bandung : Ganesha Operation
penulis : David Ao
Labels:
kesehatan
12:56 PM
10 Fakta Kesehatan Mengejutkan
Written By Unknown on February 11, 2013 | 12:56 PM
- Gula sama buruknya dengan rokok
- Satu jam tidur nyenyak buat lebih bahagia dari uang 60 ribu dollar
- Olahraga tak akan membuat ramping
- Mengunyah permen karet tingkatkan kinerja otak
- Kopi dapat menyingkirkan depresi
- Bersikap optimis menyelamatkan nyawa
- Mesin ATM sama kotornya dengan toilet umum
- Wanita 9 kali lebih menderita saat patah hati
- Kurang dari satu persen bakteri sebabkan penyakit
- Peregangan sebelum lari menurunkan daya tahan saat berlari
Labels:
kesehatan
12:35 AM
Gunung Rokatenda Meletus, Flores Hujan Abu Vukanik
Written By Unknown on February 8, 2013 | 12:35 AM
Gunung Rokatenda di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, meletus pada Sabtu (2/2/2013) pukul 23.36 Wita. Sebagian besar wilayah di Pulau Flores, diguyur abu vulkanik akibat letusan gunung di bagian utara NTT tersebut.
Kantor Berita Antara melaporkan, rumah-rumah penduduk terutama di utara Flores diselimuti abu setebal sekitar satu milimeter. "Gunung Rokatenda pada saat letusan, sempat terjadi hujan abu dengan tebal satu milimeter di pos pemantau Gunung Rokatenda," kata Petrus Tiba, Pemantau Gunung Api Iya dan Rokatenda yang berpusat di Ropa-Ende.
Petrus mengatakan, letusan disertai bunyi dentuman dan suara gemuruh terdengar dari pos pengamatan yang berada di pantai utara NTT dengan jarak 17 km arah selatan Gunung Rokatenda. Letusan itu juga memperlihatkan semburan lava pijar.
Menurut Petrus, semburan debu cukup tinggi mencapai 300-4.000 meter di atas permukaan laut sehingga menyebar ke sebagian besar di Pulau Flores. Semburan abu vulkanik ini bisa berdampak pada serangan penyakit pernapasan, terutama pada anak-anak.
Untuk sementara, penduduk sekitar diimbau tidak keluar rumah. Jika berada di luar rumah, maka anak-anak atau warga diharuskan mengenakan masker untuk menghindari serangan penyakit sesak napas.
Dampak letusan Gunung Rokatenda, empat kecamatan di Kabupaten Nagekeo tertutup abu vulkanik. Silvester Jogo dan Aloysius Abo, ditemui di Nangaroro, Minggu (3/2/2013) siang mengatakan, mereka mengetahui abu vulkanik pada pukul 05.00 Wita.
Silvester menyampaikan, akibat debu vulkanik dari Gunung Rokatenda itu, masyarakat di daerah yang berhadapan langsung dengan Gunung Rokatenda seperti Kecamatan Wolowae, Nangaroro mulai menderita sesak napas dan mata perih.
"Ternak bisa mati semua kalau hujan tidak turun dua sampai tiga hari ini karena tidak ada makanan. Kami juga khawatir debu yang ada bisa menutup mata air. Kami berharap pemerintah daerah segera tanggap dan memberikan bantuan darurat berupa masker kepada warga terkena dampak," kata Silvester.
Minggu siang hingga sore, abu vulkanik menghalangi jarak pandang para pengendara sepeda motor di Nangaroro dan Wolowae. Silvester mengatakan, warga Nangaroro sempat panik melihat debu yang menutup hampir seluruh daerah itu.
"Saya kaget ketika bangun lihat di halaman semuanya putih. Saya kasih bangun seluruh keluarga dan tetangga. Saya panik kiranya ada kejadian apa. Setelah cari tahu ternyata abu dari Gunung Rokatenda di Palue," kata Silvester.
Ia menjelaskan, ketebalan abu tiga sampai empat mili meter (mm). Mereka memprediksi ketebalan debu setebal itu karena ketika diinjak meninggalkan jejak. Silvester dan Aloysius mengatakan, jika kondisi tersebut berlanjut akan berdampak pada kesehatan warga serta kehidupan ternak di daerah itu.
Sementara bantuan masker dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo baru diturunkan Minggu sore ke tiga kecamatan terparah, yaitu Wolowae, Nangaroro dan Keo Tengah masing-masing 1.000 unit. Di Kaburea, Kecamatan Wolowae abu vulkanik menutup seluruh rumah penduduk, tanaman pangan dan sawah garam di wilayah itu.
Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo asal Wolowae, Marsel Lemara, Minggu pagi mengatakan, hujan debu vulkanik Gunung Rokatenda telah mengganggu jarak pandang dan aktivitas masyarakat di daerah itu. Menurut dia, yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini hanya masker.
Kepala BPBD Kabupaten Nagekeo, Sirilus Loi melalui pesan singkatnya, Minggu siang mengatakan, timnya sudah berada di tiga kecamatan yang dilanda debu vulkanik Gunung Rokatenda. Tim tersebut membawa 1.000 masker untuk setiap kecamatan. Dengan demikian, untuk tiga kecamatan sebanyak 3.000 masker.
Kantor Berita Antara melaporkan, rumah-rumah penduduk terutama di utara Flores diselimuti abu setebal sekitar satu milimeter. "Gunung Rokatenda pada saat letusan, sempat terjadi hujan abu dengan tebal satu milimeter di pos pemantau Gunung Rokatenda," kata Petrus Tiba, Pemantau Gunung Api Iya dan Rokatenda yang berpusat di Ropa-Ende.
Petrus mengatakan, letusan disertai bunyi dentuman dan suara gemuruh terdengar dari pos pengamatan yang berada di pantai utara NTT dengan jarak 17 km arah selatan Gunung Rokatenda. Letusan itu juga memperlihatkan semburan lava pijar.
Menurut Petrus, semburan debu cukup tinggi mencapai 300-4.000 meter di atas permukaan laut sehingga menyebar ke sebagian besar di Pulau Flores. Semburan abu vulkanik ini bisa berdampak pada serangan penyakit pernapasan, terutama pada anak-anak.
Untuk sementara, penduduk sekitar diimbau tidak keluar rumah. Jika berada di luar rumah, maka anak-anak atau warga diharuskan mengenakan masker untuk menghindari serangan penyakit sesak napas.
Dampak letusan Gunung Rokatenda, empat kecamatan di Kabupaten Nagekeo tertutup abu vulkanik. Silvester Jogo dan Aloysius Abo, ditemui di Nangaroro, Minggu (3/2/2013) siang mengatakan, mereka mengetahui abu vulkanik pada pukul 05.00 Wita.
Silvester menyampaikan, akibat debu vulkanik dari Gunung Rokatenda itu, masyarakat di daerah yang berhadapan langsung dengan Gunung Rokatenda seperti Kecamatan Wolowae, Nangaroro mulai menderita sesak napas dan mata perih.
"Ternak bisa mati semua kalau hujan tidak turun dua sampai tiga hari ini karena tidak ada makanan. Kami juga khawatir debu yang ada bisa menutup mata air. Kami berharap pemerintah daerah segera tanggap dan memberikan bantuan darurat berupa masker kepada warga terkena dampak," kata Silvester.
Minggu siang hingga sore, abu vulkanik menghalangi jarak pandang para pengendara sepeda motor di Nangaroro dan Wolowae. Silvester mengatakan, warga Nangaroro sempat panik melihat debu yang menutup hampir seluruh daerah itu.
"Saya kaget ketika bangun lihat di halaman semuanya putih. Saya kasih bangun seluruh keluarga dan tetangga. Saya panik kiranya ada kejadian apa. Setelah cari tahu ternyata abu dari Gunung Rokatenda di Palue," kata Silvester.
Ia menjelaskan, ketebalan abu tiga sampai empat mili meter (mm). Mereka memprediksi ketebalan debu setebal itu karena ketika diinjak meninggalkan jejak. Silvester dan Aloysius mengatakan, jika kondisi tersebut berlanjut akan berdampak pada kesehatan warga serta kehidupan ternak di daerah itu.
Sementara bantuan masker dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo baru diturunkan Minggu sore ke tiga kecamatan terparah, yaitu Wolowae, Nangaroro dan Keo Tengah masing-masing 1.000 unit. Di Kaburea, Kecamatan Wolowae abu vulkanik menutup seluruh rumah penduduk, tanaman pangan dan sawah garam di wilayah itu.
Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo asal Wolowae, Marsel Lemara, Minggu pagi mengatakan, hujan debu vulkanik Gunung Rokatenda telah mengganggu jarak pandang dan aktivitas masyarakat di daerah itu. Menurut dia, yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini hanya masker.
Kepala BPBD Kabupaten Nagekeo, Sirilus Loi melalui pesan singkatnya, Minggu siang mengatakan, timnya sudah berada di tiga kecamatan yang dilanda debu vulkanik Gunung Rokatenda. Tim tersebut membawa 1.000 masker untuk setiap kecamatan. Dengan demikian, untuk tiga kecamatan sebanyak 3.000 masker.
Labels:
ekonomi,
kesehatan,
pendidikan
3:03 AM
Wakil Bupati Kabupaten Negekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Paulus Kadju, meninggal dunia dalam perjalanan dari Ende ke Mbay, Selasa (11/12) yang diduga kuat meninggal karena kecapaian dalam perjalanan dinasnya dari Jakarta transit di Denpasar dan singga di Ende, kemudian dilanjutkan perjalanan darat ke Mbay.
Menurut informasi yang dihimpun dari keluarga SP di Ende, menyebutkan bahwa Wakil Bupatu Nagekeo, Almarhum Paulus Kadju, kurang istirahat selama mengikuti pertemuan pemerintahan di Jakarta. Setelah tiba di Ende, almarhum merasa tubuhnya lemas dan sopir pribadi wabup mengantar ke dokter praktek terdekat. Namun ditempat dokter praktek itu banyak antrian sehingga almarhum meminta sopirnya untuk pulang dan melanjutkan perjalanan menuju Mbay.
Dalam perjalanan sampai di Sorowe, antara Nangaroro dan Aegela kondisi almarhum mulai drop dan almarhum meminta untuk kembali ke Nangaroro. Namun sebelum mendapat pertolongan dari pihak medis di puskesmas Nangaroro almarhum menghembuskan napas terakhir.
Almarhum sebelum menjadi wabup Nagekeo sempat menjadi dosen di Universitas Timor Timor dan setelah itu kembali ke Nagekeo bergandengan dengan Bupati Yohanes Samping Aoh untuk mengikuti pemilukada pada tahun 2008 dan pasangan ini terpilih menjadi bupati dan wakil bupati periode 2008-2013.
Almarhum sebelum meninggal dunia sempat mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan (STKIP) Nusa Bungan Flobamora Floresta yang baru mulai melaksanakan perkuliahan pada tahun ini dengan jumlah mahasiswa sebanyak 200 mahasiswa. pada waktu yang sama anggota komisi B DPRD kabupaten Nagekeo, Nikolaus Wedho juga meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Bajawa, karena sakit troke ringan akibat terpeleset di kamar mandi dirumahnya. Sehingga kabupaten Nagekeo berduka. (YOS).
Kelelahan Wabup Nagekeo Meninggal Dunia di Perjalanan
Written By Unknown on January 29, 2013 | 3:03 AM
Wakil Bupati Kabupaten Negekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Paulus Kadju, meninggal dunia dalam perjalanan dari Ende ke Mbay, Selasa (11/12) yang diduga kuat meninggal karena kecapaian dalam perjalanan dinasnya dari Jakarta transit di Denpasar dan singga di Ende, kemudian dilanjutkan perjalanan darat ke Mbay.
Menurut informasi yang dihimpun dari keluarga SP di Ende, menyebutkan bahwa Wakil Bupatu Nagekeo, Almarhum Paulus Kadju, kurang istirahat selama mengikuti pertemuan pemerintahan di Jakarta. Setelah tiba di Ende, almarhum merasa tubuhnya lemas dan sopir pribadi wabup mengantar ke dokter praktek terdekat. Namun ditempat dokter praktek itu banyak antrian sehingga almarhum meminta sopirnya untuk pulang dan melanjutkan perjalanan menuju Mbay.
Dalam perjalanan sampai di Sorowe, antara Nangaroro dan Aegela kondisi almarhum mulai drop dan almarhum meminta untuk kembali ke Nangaroro. Namun sebelum mendapat pertolongan dari pihak medis di puskesmas Nangaroro almarhum menghembuskan napas terakhir.
Almarhum sebelum menjadi wabup Nagekeo sempat menjadi dosen di Universitas Timor Timor dan setelah itu kembali ke Nagekeo bergandengan dengan Bupati Yohanes Samping Aoh untuk mengikuti pemilukada pada tahun 2008 dan pasangan ini terpilih menjadi bupati dan wakil bupati periode 2008-2013.
Almarhum sebelum meninggal dunia sempat mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan (STKIP) Nusa Bungan Flobamora Floresta yang baru mulai melaksanakan perkuliahan pada tahun ini dengan jumlah mahasiswa sebanyak 200 mahasiswa. pada waktu yang sama anggota komisi B DPRD kabupaten Nagekeo, Nikolaus Wedho juga meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Bajawa, karena sakit troke ringan akibat terpeleset di kamar mandi dirumahnya. Sehingga kabupaten Nagekeo berduka. (YOS).
4:00 AM
Nagekeo Belum Punya Rumah Sakit Umum
Written By Unknown on January 28, 2013 | 4:00 AM
Nagekeo masih kekurangan sarana dan tenaga kesehatan. Lihat saja sampai saat ini belum ada rumah sakit umum. Padahal sudah 5 tahun Nagekeo terbentuk sebagai sebuah kabupaten.

Martha N. Lamanepa, Kadis Kesehatan Nagekeo
Kadis Kesehatan Nagekeo, ibu Martha N. Lamanepa, menyampaikan hal itu kepada FBC di sela-sela kegiatan pelayanan kesehatan gratis Gambara-Yaspem di Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Selasa 25/09
Ibu Martha mengatakan, jarak yang sangat jauh antara Negekeo dan rumah sakit rujukan menjadi salah satu alasan perlu diadakan rumah sakit. “Kita sangat membutuhkan rumah sakit. Selama ini kebanyakan pasien, kita rujuk ke Ende. Padahal jarak Mbay-Ende cukup jauh ditempuh dengan 2,5 jam perjalanan. Atau kita rujuk ke Bajawa dengan waktu tempuh 3 jam. Ada beberapa kasus yang terjadi, belum tiba di rumah sakit yang ditunjuk, tetapi pasiennya telah meninggal di tengah jalan,” kata Martha
Menurutnya, sejak tahun 2007 Pemda setempat telah membangun rumah sakit, namun belum selesai karena keterbatasan dana. Untuk rumah sakit saja barusan dibangun klinik rawat jalan dan IGD.
“Kita masih banyak membutuhkan bangunan-bangunan untuk memenuhi berbagai sarana pelayaanan kesehatan sebagaimana umumnya sebuah rumah sakit. Selain itu, rumah sakit swasta juga juga belum ada, ini lah yang menjadi kesulitan bagi kita, sehingga banyak pasien yang harus kita tangani tetapi dirujuk ke luar,” tegas Martha.
Kabupaten Nagekeo terdiri atas 7 kecamatan, dan 113 desa/kelurahan. Setiap kecamatan memiliki 7 puskesmas.Sarana lainnya seperti Pustu ada 33, polindes ada 54 dan puskesdes ada 8.
“Dari 7 puskesmas yang ada dua diantaranya yakni Puskesmas Maunori dan Puskesmas Jawakisa belum memiliki dokter. Selain itu, dokter-dokter yang melayani juga umumnya masih PTT sehingga setelah setahun bekerja mereka kembali ke tempatnya semula,” ungkap Martha Untuk menjawabi berbagai persoalan kesehatan di lapangan, puskesmas-puskesmas yang ada diupayakan rawat inap, misalnya untuk pasien yang menderita malaria, dan diare. Bila ada pasien yang sakit serius dan lebih berat, masih dirujuk ke rumah sakit umum di Ende atau Bajawa.
Martha N. Lamanepa, Kadis Kesehatan Nagekeo
Kadis Kesehatan Nagekeo, ibu Martha N. Lamanepa, menyampaikan hal itu kepada FBC di sela-sela kegiatan pelayanan kesehatan gratis Gambara-Yaspem di Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Selasa 25/09
Ibu Martha mengatakan, jarak yang sangat jauh antara Negekeo dan rumah sakit rujukan menjadi salah satu alasan perlu diadakan rumah sakit. “Kita sangat membutuhkan rumah sakit. Selama ini kebanyakan pasien, kita rujuk ke Ende. Padahal jarak Mbay-Ende cukup jauh ditempuh dengan 2,5 jam perjalanan. Atau kita rujuk ke Bajawa dengan waktu tempuh 3 jam. Ada beberapa kasus yang terjadi, belum tiba di rumah sakit yang ditunjuk, tetapi pasiennya telah meninggal di tengah jalan,” kata Martha
Menurutnya, sejak tahun 2007 Pemda setempat telah membangun rumah sakit, namun belum selesai karena keterbatasan dana. Untuk rumah sakit saja barusan dibangun klinik rawat jalan dan IGD.
“Kita masih banyak membutuhkan bangunan-bangunan untuk memenuhi berbagai sarana pelayaanan kesehatan sebagaimana umumnya sebuah rumah sakit. Selain itu, rumah sakit swasta juga juga belum ada, ini lah yang menjadi kesulitan bagi kita, sehingga banyak pasien yang harus kita tangani tetapi dirujuk ke luar,” tegas Martha.
Kabupaten Nagekeo terdiri atas 7 kecamatan, dan 113 desa/kelurahan. Setiap kecamatan memiliki 7 puskesmas.Sarana lainnya seperti Pustu ada 33, polindes ada 54 dan puskesdes ada 8.
“Dari 7 puskesmas yang ada dua diantaranya yakni Puskesmas Maunori dan Puskesmas Jawakisa belum memiliki dokter. Selain itu, dokter-dokter yang melayani juga umumnya masih PTT sehingga setelah setahun bekerja mereka kembali ke tempatnya semula,” ungkap Martha Untuk menjawabi berbagai persoalan kesehatan di lapangan, puskesmas-puskesmas yang ada diupayakan rawat inap, misalnya untuk pasien yang menderita malaria, dan diare. Bila ada pasien yang sakit serius dan lebih berat, masih dirujuk ke rumah sakit umum di Ende atau Bajawa.
Labels:
kesehatan









